Lamunan ini kembali menggandeng lenganku untuk berjalan mundur, senang dalam nafsu berkutat jauh tenggelam masa lalu. Tak perduli seberapa perih yang akan diterima hati ini, bila kepastian dari sebuah kebenaran yang nyata menampar keras bersama kehidupanku sekarang. Siapa yang ingin terkurung dalam jeratan kenangan? Maafkan diriku yang selama ini berbohong, dari lubuk hati yang paling dalam..................masih (dan akan selalu seperti itu) meneriakan namamu. Namamu...
-unevano mahart-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar