Tidak ada yang lebih abadi dari Sang Kuasa. Dia, penentu kemana kakiku ini melangkah sepenuhnya. Sebuah hak mutlak yang tidak akan pernah bisa aku pungkiri. Kisah ini berawal dari sebuah ketidaksengajaan saat aku bertemu denganmu dalam sesi kebahagiaan. Bahkan bayang senyum manismu masih terekam cantik dilorong-lorong memori indah kita berdua. Kenyataan tega mencabik diriku yang kini masih setia mengenang kebahagiaan kita. Tanpa mengenal lelah, waktu tanpa iba mengusik lamunan ini. Aku tersadar bahwa dirimu sekarang bukanlah dirimu yang dulu. Kini sepenuhnya hatimu, yang dulu ku miliki telah berpindah tangan. Kau bahagia dengan dia, aku bisa merasakan itu.
Senyum pahit lagi-lagi harus ku tengguk dalam sekali hentak,
Setidaknya, aku bersama kamu pernah memulai sebuah komitmen dengan gejolak cinta yang menyenangkan hati
Meskipun aku mengingat betul
Diujung perempatan itu, kita berpisah dalam linangan airmata.
-unevano mahart-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar