Tertengguk empedu penuh paksa, penuh noda amarah, semua terbakar meluluh lantah rasa pahit. Engkaulah pria yang aku puja penuh suka, berenang ceria bersama gelombang cinta yang kekuatan arusnya tak pernah aku tebak. Akankah menenggelamkanku? Atau menghantarkanku menuju kebahagiaan? Semuanya, aku belum pernah memikirkan apa resiko dari setiap keputusan sepihak yang ku buat sendiri...
Bagai buah simalakama yang dengan suka rela aku incip, roma-roma kehidupan mencekik leher ini lagi. Sadar, aku telah meniti kesalahan dan tentu saja aku menyesalinya dengan ritme haru penuh kesedihan...
Disini aku kembali sendiri, meskipun aku tak mau.Aku ingin memperbaiki apa yang seharusnya diperbaikiAku pun ingin merubah segala sesuatu yang pantas untuk diubahSerta aku ingin menata semua angan hingga langkah ini kembali berjalan di jalur sesungguhnya
Demi Tuhan, aku tak ingin lagi....-unevano mahart-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar